poo

Aku dan Kotoran Anjing

Tulisan ini terinspirasi dari hasil pembicaraan saya dengan teman mengenai hidup dengan hewan peliharaan, atau saya lebih suka menyebutnya dengan teman satwa (companion animal).

Kenapa “Aku dan Kotoran Anjing” ? Kenapa bukan “Aku dan Anjingku ” ? Hehehe.. pasti banyak yang bertanya – tanya dalam hati, memangnya saya ini pecinta kotoran anjing.. atau pengamat kotoran anjing ? :P
Bukan.. saya bukan pengamat atau pecinta kotoran anjing. Saya adalah pecinta makhluk hidup yang disebut anjing (dog). Anjing adalah binatang yang paling setia kepada partner manusianya. Sebegitu dekatnya, seekor anjing akan rela mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan atau melindungi anggota keluarganya (manusia). Anjing dan partner manusianya mempunyai ikatan yang sering disebut dengan istilah -bonding-, dimana mereka saling mengerti satu sama lain, dan saling menyayangi satu sama lain. Rasa sayang ini datang bisa secara tiba – tiba, namun butuh waktu sampai akhirnya ikatan tersebut benar – benar terjalin.

 
*EXCLUSIVE* Ben McKenzie takes Oscar for Morning Walk

Lalu apa hubungan hal tersebut dengan kotoran anjing ?

Manusia dan anjing (serta companion animal lainnya) hidup secara berdampingan dengan karakteristik nya sendiri – sendiri. Manusia bisa berbicara dengan bahasa manusia, anjing berbicara dengan gonggongan dan bahasa tubuhnya. Manusia tidak berbicara kepada anjing dengan bahasa manusia, walaupun saya meyakini bahwa ada bahasa – bahasa manusia yang mereka mengerti (bukan command ya…). Anjing merasakan emosi kita, aura kita, dan karakter kita sebagai pendampingnya. Saya lebih suka mengatakan anjing adalah sahabat manusia, namun juga teman main, anak, serta teladan. Banyak hal yang bisa dipelajari dari makhluk ini, cara mereka relax, kesetiaan mereka, kepandaian mereka untuk menolak perintah, rutinitas mereka, serta tentu saja, kasih sayang yang mereka bagikan tanpa suara (silent act).

Berada di organisasi yang menyelamatkan anjing / kucing terlantar, membuat saya mau tidak mau semakin mengenal mereka. Banyak juga teman – teman relawan lain yang takut kepada anjing, bilang najis, anti, takut sakit, dan lain – lain pada awalnya, namun begitu mereka mengenal betapa ajaibnya makhluk yang satu ini. Mereka lupa… Mereka menjadi sebuah pribadi yang lebih mengutamakan kasih sayang dan empatinya, dibandingkan seseorang yang mengutamakan teori kesehatan, psikologi, dan juga ilmu agama. Ingat, dicatat, seseorang yang memeluk agama berhubungan langsung dengan Tuhannya, orang lain tidak berhak menuduh atau men-judge seseorang beragama secara baik atau tidak ya :)

Lalu, apa sih hubungannya dengan kotoran anjing ?

Merawat dan hidup bersama mereka, tidak lepas dengan segala hal kebutuhan hidup yang sebenarnya sangat manusiawi. Contohnya apa ? Mereka butuh diberi makan, minum. Disediakan tempat tidur yang nyaman agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit – penyakit yang dapat menyerang kapanpun. Anjing butuh perawatan untuk kutu dan jamur, dimandikan, dan dipotong kukunya. Apalagi ? Jangan lupa bahwa sama seperti manusia, anjing betina pun akan mengalami menstruasi secara berkala, dan yang membersihkan adalah kita, manusia :) Anjing pun tak luput dari buang air kecil maupun buang air besar. Khusus untuk buang air kecil, sangat mudah untuk dibersihkan karena hanya tinggal disemprot air bersih saja, atau anjing bisa dilatih untuk buang air kecil di tempat yang memang diperuntukkan baginya.

Buang air besar (poop) sedikit lebih ribet, karena selain bentuknya bukan cairan, Anda harus memastikan bahwa kotoran tersebut tidak menempel di bagian tubuhnya yang lain. Poop juga sebaiknya segera dibuang agar tidak menjadi “poop trap” bagi orang lain / makhluk lain yang hinggap di tempat tersebut. Semua demi kebaikan dan kesehatan bersama. Lalu bagaimana jika anjing Anda poop di tempat umum atau pada saat Anda membawa anjing Anda jalan – jalan ? Selalu sediakan dua lapis kantong plastik dan air ketika Anda pergi jalan – jalan. Ingat, Anda bertanggung jawab atas kotoran partner Anda. Anda tidak boleh membiarkan poop tersebut begitu saja karena Anda merugikan banyak orang. Selalu pungut, masukkan ke kantong plastik yang Anda bawa, lalu buang kotoran tersebut pada tempat yang telah disediakan.

Terus… kenapa ? bukankah itu wajar ?

Tentu itu wajar. Namun sesuatu yang wajar, terkadang tidak pernah Anda pikirkan secara lebih dalam. Yang ingin saya sampaikan adalah… Dengan rutinitas mengambil poop anjing, memasukkannya ke kantong plastik, dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan, adalah hal – hal yang secara tidak Anda sadari telah membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam hal tanggung jawab, kesadaran diri, kerendahan hati, dan meningkatkan empati Anda.

Sebesar apapun seseorang, sehebat apapun orang itu, sejaim apapun orang itu, setampan / secantik apapun orang itu, sekaya apapun orang itu, ketika dia berani untuk membungkukkan diri, mengambil kotoran anjing-nya sendiri dan menaruhnya dengan benar, saya selalu berasumsi bahwa orang itu adalah orang yang bisa membuang segala egonya demi seseorang yang dia sayang. Dia berani merendahkan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang lain. Dia berani bertanggung jawab atas perbuatan seseorang yang dia lindungi. Dia dapat menempatkan diri dalam posisi nya, dan dia adalah orang yang bisa diajak untuk berjuang bersama. Dia bukan orang yang hanya bisa menuntut, dia bisa menerima sesuatu dengan lebih terbuka, dan dia tahu bahwa apa yang dia lakukan akan membuat dirinya dan partner / pasangannya lebih baik.

Yaa… mungkin bagi sebagian orang analisis saya terlalu berlebihan, namun apa yang saya utarakan di atas adalah kalimat – kalimat yang saya utarakan karena terjadi dalam hidup saya, dimana saya berada di antara penyayang satwa dan pembenci satwa. Semoga bisa berguna bagi Anda semua.. Memberi sedikit pencerahan dan bacaan ringan di hari ini. Dan tentu saja… kedamaian di hati masing – masing.

Regards,

Bobb

 

 

Facebook Comments

comments